pasti sudah
tidak asing kan dengan kata ''Etika'' dan ''Etiket''. kata - kata
ini sering kita jumpai baik di dalam kehidupan sehari - hari, baik dari media
massa , buku dll. tetapi meskipun kata ini adalah kata lumrah yang
sering diucapkan sehari - hari, adakah yang mengetahui pengertian kedua kalimat
ini. apa kata etika dan etiket itu sama pengertiannya ?. nah posting kali ini
saya mau berbagi sedikit mengenai apa itu pengertian etika dan etiket. meskipun
keduanya memiliki kesamaan tetapi artinya berbeda lho...
PENGERTIAN ETIKA
Istilah
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos
sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu :
tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat,
akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat
kebiasaan
- etika mempunyai arti yaitu ilmu
tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan
(K.Bertens, 2000).
- dalam Kamus Bahasa Indonesia
yang lama (Poerwadarminta, sejak 1953 – mengutip dari Bertens,2000), etika
mempunyai arti sebagai : “ilmu pengetahuan
tentang asas-asas akhlak (moral)”.
- dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip
dari Bertens 2000), mempunyai arti :
- ilmu tentang apa yang baik dan
apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral
(akhlak);
- kumpulan asas atau nilai yang
berkenaan dengan akhlak;
4. nilai
mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.nilai dan
norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam
mengatur tingkah lakunya. (K.Bertens, 2000).
5.
Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang Jawa, etika agama Budha,
etika Protestan dan sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini bukan etika
sebagai ilmu melainkan etika sebagai sistem nilai. Sistem nilai ini bisa
berfungsi dalam hidup manusia perorangan maupun pada taraf sosial. (K.Bertens,
2000).
6.
kumpulan asas atau nilai moral. (K.Bertens, 2000).
7.
Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori
tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk,
sejauh yang dapat ditentukan oleh akal
8.
erminius Techicus, Pengertian etika dalam hal ini adalah, etika
dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang memperlajari masalah atau tindakan
amnesia.
9.
Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis (asas-asas dan
nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan buruk) yang begitu saja diterima
dalam suatu masyarakat dan sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi
bagi suatu penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya dengan
filsafat moral.
10. Drs.
O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam
berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
PENGERTIAN
ETIKET
istilah
etiket berasal dari Etiquette(Perancis) yang berarti dari awal
suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis
mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi un tuk kalangan para elite
kerajaan atau bangsawan.
Dalam Kamus
Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata “etiket”, yaitu :
- Etiket (Belanda) secarik kertas
yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan
nama, isi, dan sebagainya tentang barang itu.
- Etiket (Perancis) adat sopan
santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar
hubungan selalu baik.
K. Bertens
dalam bukunya yang berjudul “Etika” (2000)
- Etiket menyangkut cara (tata
acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Misal : Ketika saya
menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus menyerahkannya dengan
menggunakan tangan kanan. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri,
maka saya dianggap melanggar etiket.
- Etiket hanya berlaku dalam
situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita).
Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka
etiket tidak berlaku. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman
sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat
etiket. Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain),
maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian.
- Etiket bersifat relatif. Yang
dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam
kebudayaan lain. Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan.
- Etiket memandang manusia dari
segi lahiriah saja. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat
munafik. Misal : Bisa saja orang tampi sebagai “manusia berbulu ayam”,
dari luar sangan sopan dan halus, tapi di dalam penuh kebusukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar